STRATEGI KOPASSUS DALAM PENUMPASAN GERAKAN SEPARATIS DI PAPUA MELALUI PENERAPAN SOFT POWER (TERITORIAL) DAN HARD POWER (PENEGAKAN HUKUM).
Abstrak
Penelitian ini menganalisis strategi Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dalam penumpasan gerakan separatis di Papua, khususnya melalui pendekatan soft power (teritorial) dan hard power (penegakan hukum). Konflik separatis di Papua merupakan tantangan keamanan yang kompleks dengan akar sejarah panjang, yang melibatkan berbagai faktor sosial, ekonomi, dan politik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, yang mencakup wawancara mendalam dan observasi terhadap anggota Kopassus serta masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi antara soft power, seperti pembangunan infrastruktur dan dialog masyarakat, dengan hard power melalui operasi militer terbukti efektif dalam mengurangi gerakan separatis. Meskipun demikian, penerapan kedua strategi ini harus dilakukan secara berkelanjutan dan sensitif terhadap kondisi sosial masyarakat Papua. Kesimpulannya, keberhasilan Kopassus dalam penumpasan gerakan separatis di Papua tergantung pada keseimbangan antara pendekatan militer dan non-militer, serta integrasi keduanya dalam strategi jangka panjang.
Penulis: Junus Giyai