STRATEGI PENINGKATAN KERJASAMA TNI ANGKATAN DARAT DAN POLRI DALAM PENANGANAN PAHAM RADIKAL DAN AKSI TERORISME GUNA MEWUJUDKAN KEAMANAN DAN PERTAHANAN NASIONAL
Abstrak
Gerakan terorisme termasuk salah satu tindak kejahatan yang menjadi perhatian dunia. Indonesia harus melengkapi strategi dan pendekatan yang bertumpu pada kekuatan lunak (soft power approach) untuk menghadapi perkembangan terorisme di dalam negeri Indonesia melalui program penanganan radikalisasme dan terorisme. Dengan tugas TNI dalam OMSP maka sudah menjadi tugas bagi TNI untuk berperan aktif mengatasi aksi terorisme dan mencegah penyebaran paham radikal. Penguatan sinergisitas dan koordinasi antar Kementerian dan Lembaga terkait menjadi kunci penting dalam menjamin keberhasilan penanggulangan radikalisme dan terorisme. Penelitian ini menggunakan teori strategi dalam menentukan tujuan (ends), merumuskan cara-cara yang akan diambil (ways), serta menentukan sarana dan prasarana (means) yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif focused interview dengan para informan. Hasil dari penelitian ini adalah Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon telah membentuk Tim Penanggulangan radikalisme dan terorisme melalui Keputusan Bupati Cirebon No. 200/Kep.121-Bakesbangpol/2022. Dalam menghadapi ancaman radikalisme dan terorisme diperlukan kerjasama dari aparatur yang dalam hal ini TNI, Polri, dan Sipil. Strategi Kodim 0620/Kab. Cirebon dan Polresta Cirebon bekerja sama dengan stake holder terkait melaksanakan pengawasan. Beberapa kendala dan hambatan yang dihadapi diantaranya kegiatan yang tersamarkan, kurangnya pengawasan dan filter di media sosial serta keterbatasan anggaran dan personel.
Penulis: Siswo Utomo, Nala Norma Nastiti, Dasli Averos